Bali Promotion Center

Bali Promotion Center
Bali Promotion Center Media Promosi Online

November 05, 2010

Bali Tetap Mempersiapkan Kedatangan Obama

Bali Tetap Mempersiapkan Kedatangan Obama
Beritabali.com, Renon, Pemerintah provinsi Bali tetap melakukan persiapan terkait rencana kunjungan presiden Amerika Barack Obama ke Indonesia pada 9 November mendatang. Walaupun hingga saat ini belum ada kepastian rencana kunjungan Obama ke Bali.

Kepala Bidang Humas Pemerintah provinsi Bali Ketut Tenang pada keteranganya di Renon (3/11) menyampaikan Persiapan dilakukan sebagai antisipasi adanya kemungkinan Obama akan mengunjungi Bali seperti pada rencana kunjungan sebelumnya.



Menurut Ketut Teneng, pemerintah provinsi Bali pada dasarnya sangat berharap pemimpin negara Adi Daya tersebut
mengunjungi Bali. Apalagi kunjungan Obama ke Bali akan mempunyai arti penting bagi pariwisata Bali dan keamanan Bali.

” kalau memang bisa datang ke Bali saya pikir sangat bagus, karena menunjukkan juga kepada dunia internasional bahwa Bali tetap aman untuk dikunjungi” ujar Ketut Teneng.

Ketut Tenang mengakui pemberitahuan secara resmi terkait kedatangan Obama belum ada sama sekali. Namun persiapan harus tetap dilakukan, mengingat jadwal kunjungan dapat saja berubah setiap waktu dan tentunya Bali tetap menjadi salah satu .tempat kunjungan. (mlt)

International

Inilah Agenda Utama Kedatangan Obama ke Indonesia


JAKARTA - Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama 9 dan 10 November mendatang tentunya ditunggu banyak pihak, karena sudah beberapa kali tertunda.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan, agenda Obama secara resmi akan meluncurkan kemitraan komprehensif Indonesia-Amerika Serikat (AS).

"Karena kunjungan Obama tertunda beberapa kali, sudah banyak agenda-agenda yang direncanakan sebelumnya justru sudah tercapai saat ini. Tetapi kedatangannya kali ini akan secara resmi meluncurkan comprehensive partnership antarkedua negara," ungkap Menlu Natalegawa, di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (2/11/2010).

Mengenai kepastian kunjungan Presiden Obama ke Masjid Istiqlal, Menlu mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Menurut Menlu, Presiden Obama pada 9 November mayoritas akan terlibat kegiatan resmi. Sementara pada keesokan harinya, agenda Presiden Obama diperkirakan akan lebih santai.


Menteri Natalegawa juga tidak menepis kemungkinan Presiden Obama akan kembali datang mengunjungi Indonesia tahun depan. "Insya Allah Presiden Obama akan kembali mengunjungi Indonesia, mengikuti pertemuan ASEAN," ungkap Menlu.

Hal ini dikarenakan Indonesia menjadi Ketua ASEAN dan pertemuan East ASEAN Summit tentunya akan berlangsung di Indonesia. East ASEAN Summit ini tentunya akan diikuti oleh negara seperti AS, Rusia, China dan Jepang selain 10 negara anggota ASEAN.



Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Republik Indonesia akan mengawal para pendemo yang melakukan aksinya saat kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

"Selama demo yang dilakukan sesuai dengan aturan dan baik-baik, maka kita akan kawal," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan di Jakarta, Jumat.

Iskandar mengharapkan agar para pendemo yang akan melakukan aksinya tidak berbuat hal yang memalukan bangsa dan negara.

"Kita termasuk negara besar yang punya etika yang dibilang negara lain punya sopan santun, mari kita sama-sama menghormati tamu," katanya.

Namun, Iskandar tidak menyebutkan elemen mana yang rencananya akan melakukan unjuk rasa saat Obama di Indonesia.

"Soal lokasi yang akan dikunjungi Obama itu nanti kewenangan TNI dan istana, tugas polisi mengamankan di ring tiga dan hal-hal yang bersentuhan dengan masyarakat," katanya.

Polri akan melibatkan empat Polda saat kunjungan 0bama pada tanggal 9 Nopember sampai dengan 10 Nopember 2010.

Sebanyak 8.056 personil dari Polda Metro Jaya akan dikerahkan, ditambah kekuatan Polda Jawa Barat sebanyak 5.974 personel, Polda Banten 849 personel dan Polda Jawa Tengah 3.500 personel.

Kekuatan yang dikerahkan untuk operasi pengamanan tersebut berjumlah 8.534 personel terdiri dari Polri dari Polda Metro Jaya sebanyak 8.056 personel, Gultor sebanyak 20 personel, Paspampres 38 personel dan Pamdal 409 personel, ujarnya.

"Mabes Polri untuk mem-`back up` pengamanan ini mengerahkan PHH Brimob yang berkekuatan dua detasemen, Jibom sebanyak dua unit, Satwa berkekuatan dua unit dan Poludara dengan kekuatan dua unit," kata Iskandar.

Polri beserta jajarannya bersama dengan TNI telah menggelar operasi pengamanan dengan sandi "Garda Nusa - 2010" yang mulai dilaksanakan pada H-2 sampai H+2, ujarnya.

"Adapun operasi pengaman tersebut digelar dengan tujuan untuk mewujudkan situasi dan kondisi keamanan yang kondusif, sehingga seluruh rangkaian kunjungan Presiden Amerika Serikat di Indonesia dapat terselenggara dengan aman, tertib dan lancar," kata Iskandar.

Jakarta (ANTARA) - Persiapan jelang kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, masih terus dilakukan walaupun ada kekhawatiran bahwa abu vulkanik akibat letusan gunung Merapi di Yogyakarta dapat mengganggu rencana kunjungan tersebut.
Sebelumnya diberitakan bahwa beberapa maskapai penerbangan luar negeri membatalkan penerbangan ke Jakarta karena khawatir abu vulkanik dari gunung Merapi bisa mengganggu penerbangan.
"Hingga saat ini kami belum mendengar ada rencana pembatalan kedatangan Presiden Obama ke Indonesia," kata staf presiden untuk urusan luar negeri Teuku Faizasyah di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan, Obama tetap akan berkunjung ke Indonesia pada 9-10 November 2010. Obama dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Komprehensif Indonesia-AS, mengunjungi masjid Istiqlal di Jakarta Pusat serta memberi kuliah umum di Universitas Indonesia.
Pengamanan kunjungan Presiden AS ini cukup ketat. Ada sebanyak 8.056 personel dari Polda Metro Jaya bersama kekuatan 5.974 personel Polda Jawa Barat, 849 personel Polda Banten, dan 3.500 personel Polda Jawa Tengah dilibatkan untuk pengamanan kunjungan Presiden AS tersebut.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada Jumat (5/11) lalu telah bertolak dari Washington dan meninggalkan ibu kota AS itu selama 10 hari untuk berkunjung ke India, Indonesia, Korea Selatan dan Jepang.
India akan menjadi negara pertama yang disinggahinya, diikuti dengan Indonesia, negara tempat ia menghabiskan sebagian masa kecilnya.
Dari Indonesia, Obama akan melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang, yaitu untuk menghadiri KTT G20 di Seoul dan KTT APEC di Yokohama.
Seperti yang telah diungkapkan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa, saat kedatangan Obama di Jakarta, Indonesia dan AS akan secara resmi meluncurkan kemitraan menyeluruh, tidak hanya di bidang politik dan keamanan, melainkan juga ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, lingkungan hidup, hubungan antara masyarakat dan kawasan.
Menurut pihak Gedung Putih, karena singkatnya kunjungan di Indonesia, Obama tidak akan sempat melakukan pertemuan dengan teman-teman lamanya ataupun mengunjungi tempat-tempat di Jakarta yang sering ia datangi ketika ia masih kanak-kanak.
Obama tinggal di Jakarta ketika berumur 6 hingga 10 tahun, mengikuti ibunya Ann Dunham yang menikah dengan ayah tirinya, Lolo Soetoro.

Investasi Nonmigas Amerika Diharapkan Capai US$ 1 Miliar

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan investasi Amerika Serikat di luar sektor minyak dan gas di Indonesia diharapkan akan bisa mencapai US$ 1 miliar. Nilai ini bisa jauh lebih besar bila memasukkan investasi di minyak dan gas. “Kalau memasukkan sektor migas, investasi Amerika sudah mencapai miliar dolar,” kata Hatta kepada wartawan di kantornya, Jakarta Selasa (9/11)

Hatta mengungkapkan investasi Amerika Serikat di luar minyak dan gas di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang pesat. Pada 2008 investasi Amerika sebesar US$ 157 juta, pada 2009 naik menjadi US$ 171 juta, dan hingga kuartal ketika tahun 2010 ini sudah mencapai US$ 871 juta. “Ini meningkat pesat di luar migas,” katanya.

Hatta optimistis nilai investasi itu bisa mencapai US$ 1 miliar hingga akhir tahun 2010 ini. Dengan nilai yang terus meningkat itu, Hatta mengatakan investasi Amerika terbesar ketiga di Indonesia.

Selain dari nilai investasi yang terus membesar, Hatta mengatakan Amerika Serikat adalah negara tujuan ekspor Indonesia yang cukup signifikan. Ini dilihat dari tren transaksi perdagangan yang selalu memberikan surplus kepada Indonesia. “Peluang-peluangnya masih cukup besar, ini harus dikembangkan,” katanya.

Adapun bila dilihat dari volume perdagangan dan tujuan ekspor ke Amerika Serikat, selalu memberikan surplus ke Indonesia lebih dari US$ 5 miliar. Pada 2008 volume perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat sudah mencapai US$ 21 miliar dolar. “Dari sisi volume dan tujuan ekspor, Amerika rangking dua dan selalu surplus,” katanya.

Pada 2009 memang ada penurunan volume perdagangan, namun pada 2010 ini, kata Hatta menunjukkan adanya kenaikan trend an akan kembali ke kondisi 2008. Hatta menjelaskan nilai volume perdagangan US$ 21 miliar itu belum merefleksikan potensi yang dimiliki kedua negara. “Karena itu AS adalah tujuan ekspor Indonesia yang cukup signifikan,” katanya.

Hatta memastikan akan ada pembicaraan tentang hubungan perdagangan kedua negara. Dia menegaskan Amerika memandang Indonesia sebagai mitra yang strategis “Ini sudah dikemukakan Obama di India,” katanya.

Selain pembicaraan yang sifatnya bilateral, kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia juga akan membicarakan perkembangan ekonomi di kawasan Asia dan G20. “Tentu antar sesama negara G20 akan ada pembicaraan tentang G20,” katanya.


Perdagangan AS dengan Indonesia: 2010

NOTE: All figures are in millions of US dollars on a nominal basis, not seasonally adjusted unless otherwise specified. Catatan: Seluruh angka dalam jutaan dolar AS secara nominal, tidak musiman disesuaikan kecuali dinyatakan khusus.
Month Bulan Exports Ekspor Imports Impor Balance Keseimbangan
January 2010 Januari 2010 505.6 505.6 1,165.6 1,165.6 -660.1 -660.1
February 2010 Februari 2010 591.3 591.3 1,202.0 1,202.0 -610.7 -610.7
March 2010 Maret 2010 568.0 568.0 1,388.8 1,388.8 -820.8 -820.8
April 2010 April 2010 517.9 517.9 1,340.1 1,340.1 -822.2 -822.2
May 2010 Mei 2010 519.8 519.8 1,315.0 1,315.0 -795.2 -795.2
June 2010 Juni 2010 470.5 470.5 1,392.4 1,392.4 -921.9 -921.9
July 2010 Juli 2010 689.5 689.5 1,360.3 1,360.3 -670.8 -670.8
August 2010 Agustus 2010 607.5 607.5 1,474.8 1,474.8 -867.3 -867.3
TOTAL JUMLAH 4,470.0 4,470.0 10,638.9 10,638.9 -6,168.9 -6,168.9

  • 'TOTAL' may not add due to rounding. 'JUMLAH' tidak dapat menambahkan karena pembulatan.
  • Table reflects only those months for which there was trade. Tabel hanya mencerminkan bulan yang ada perdagangan.
  • CONTACT: Data Dissemination Branch , US Census Bureau, (301) 763-2311 KONTAK: Data Cabang Diseminasi , Biro Sensus Amerika Serikat, (301) 763-2311
  • SOURCE: US Census Bureau, Foreign Trade Division, Data Dissemination Branch, Washington, DC 20233 SUMBER: Biro Sensus Amerika Serikat, Divisi Perdagangan Luar Negeri, Cabang Diseminasi Data, Washington, DC 20233

No comments: