Bali Promotion Center

Bali Promotion Center
Bali Promotion Center Media Promosi Online

November 29, 2010

Bali Today

» Berita Ekonomi/Pariwisata
30 Nopember 2010 | Bali Pos
Ekonomi Bali 2010 Sektor Pertanian Gagal Tumbuh
Pertumbuhan ekonomi Bali triwulan III 2010 mengalami peningkatan. Peningkatan itu didorong sektor perdagangan dan pariwisata. Sementara sektor pertanian yang merupakan sektor primer pertumbuhan ekonomi Bali terkesan lamban dan mengalami penurunan. Bahkan memasuki triwulan III tahun ini, sektor investasi dan pertanian Bali makin tercecer. Sektor ini gagal tumbuh meyakinkan sepanjang tahun ini. Sumbangan dari sektor tersebut terus tergerus hingga menjadi 19,37 persen.

SECARA komulatif, sektor perdangangan, hotel dan restoran (PHR) menjadi sektor unggulan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali 2010. Dengan nominal Rp 6,691 miliar pada triwulan III, ketiga sektor ini mampu berkontribusi 32,36 persen atau tumbuh 5,51 persen dibandingkan periode yang sama 2009. Sedangkan sektor pertanian mempunyai andil terhadap ekonomi Bali 19,37 persen dengan nominal Rp 4,005 miliar.

Hal itu serasi dengan karakteristik perekonomian Bali yang didominasi industri pariwisata. ''Dengan tingkat efisiensi teknikal relatif tinggi, sektor tersebut dapat menjadi fokus alokasi sumber daya ekonomi,'' ucap Pemimpin Bank Indonesia Denpasar, Jeffrey Kairupan di Denpasar, Senin (29/11) kemarin.

Dikatakan, ada tiga sektor lainnya yang memiliki efisiensi teknikal yang relatif rendah yakni sektor bangunan, sektor angkutan dan komunikasi serta sektor industri pengolahan. ''Meski gangguan keamanan maupun terorisme memberikan dampak kontraksi ekonomi yang relatif singkat, namun pencegahan terhadap kasus-kasus serupa tetap harus dilakukan untuk mempertahakan kinerja pertumbuhan ekonomi Bali,'' ungkapnya.

Jeffrey menyatakan periode kontraksi yang relatif panjang terjadi saat shock pada fundamental ekonomi, seperti saat terjadi krisis ekonomi tahun 1997-1998 serta saat terjadinya krisis keuangan global yang dimulai 2008.

Menurutnya, perlu dilakukan kebijakan yang dapat mewujudkan fungsi produksi Bali yang bersifat increasing return to scale. Beberapa langkah yang ditempuh seperti pemberian insentif dana pada sektor produksi Bali, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi. ''Injeksi teknologi baru yang dapat meningkatkan produktivitas faktor produksi juga diperlukan untuk memperbaiki kinerja produksi Bali,'' sebutnya.

Jeffry optimistis, pertumbuhan ekonomi Bali 2010 mencapai enam persen. Ini berdasarkan pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III 2010 yang mencapai 5,63 persen dan telah mendekati target akhir tahun sebesar 5,66 persen. ''Kami perkirakan ekonomi Bali 2010 akan meningkat signifikan melebihi target yakni mencapai 6 persen,'' sebutnya.

Karo Ekbank Provinsi Bali, Drs. Wayan Tegeg, M.T., juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Bali triwulan III 2010 mengalami peningakatan. Kebijakan pemerintah dalam memajukan perekonomian daerah melalui PAD, pariwisata budaya, kegiatan agama merupakan langkah bagus.

Sementara sektor pertanian yang merupakan sektor primer pertumbuhan ekonomi Bali, diakui Tegeg terkesan lamban dan mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh musim yang tidak menentu, sehingga sangat berpengaruh pada sirkulasi hasil pertanian.

Pejabat Madya Senior BI Denpasar, Rusdi Harsono, dalam kesempatan tersebut juga mengakui, hingga memasuki triwulan III tahun ini sektor investasi dan pertanian Bali makin tercecer. Sektor ini gagal tumbuh meyakinkan sepanjang tahun ini. Sumbangan dari sektor tersebut terus tergerus hingga menjadi 19,37 persen.

Terkait kondisi perbankan secara umum sepanjang tahun ini, diakui Rusdi, mengalami peningkatan baik dari sisi kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga. Kredit konsumsi dan modal kerja masih mendominasi. Sementara kredit investasi dan pertanian masih sangat kecil. Kredit investasi hanya 17,37 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan. Sedangkan kredit perbankan untuk pertanian lebih kecil lagi yakni hanya 2,43 persen dari total kredit. ''Total kredit yang disalurkan hingga triwulan III mencapai Rp 22,574 triliun,'' tuturnya. (par)




» Berita Ajeg Bali
30 Nopember 2010 | BP
Kata-Kata Emas Bhagawadgita
7. Pada penutupan setiap kalpa (umur dunia), oh Arjuna, semua makhluk kembali ke Sifat (Prakriti) Ku. Dan pada permulaan kalpa yang berikutnya, Ku kirim mereka kembali keluar.
8. Melalui PrakritiKu, Ku ciptakan berulang-ulang semua makhluk yang (amat besar jumlahnya ini), yang tak berdaya, karena berada di bawah kendali Sang Alam (Prakriti).
Semua makhluk datang dari Sang Maya, dari Sang Prakriti, pada saat diproyeksikan (evolusi) dan kembali ke Sang Prakriti lagi pada saat akhir setiap kalpa, dan keluar atau tercipta lagi selanjutnya pada penciptaan baru berikutnya, dan kembali lagi dan begitulah seterusnya. Semua ini adalah pekerjaan Sang MayaNya Sang Kreshna, Sang Brahman dalam bentuk asliNya. Semua terikat pada hukum alam yang diciptakanNya tetapi la sendiri tak pernah terikat pada semua itu.
9. Semua tindakan ini, oh Arjuna, tidak mengikatKu, karena Aku bersemayam jauh dari mereka (perbuatan ciptaan-ciptaan ini dan karma-karma mereka), tak terikat pada perbuatan-perbuatan ini.
10. Begitulah, diperintahkan olehKu, maka alam menciptakan semuanya, yang bergerak maupun yang tak bergerak, dan begitulah, oh Arjuna, dunia ini pun berputar.

» Surat Pembaca
29 Nopember 2010 | BP
Suasana Bali 70-an di Sulawesi
Suasana Bali tahun 70-an yang aman, indah, damai, rukun, saling menyapa, saling menolong dan peduli sesama ternyata ada di Sulawesi. Perjalanan dua jam dari Kota Palu, ibu kota Sulawesi Tengah melewati pegunungan kebun kopi untuk sampai di Kota Parigi. Dari Parigi, Mekar Sari, Tolai sampai Sausu, yaitu jalan Trans Sulawesi, jutaan warga Bali peserta transmigrasi yang berangkat pada rentang waktu 1968 sampai 1976 telah menuai keberhasilan. Di sepanjang jalan kita menyaksikan rumah-rumah warga Bali lengkap dengan merajan, pura paibon, pura desa dan berbagai tempat pemujaan yang kemegahannya tidak kalah dengan yang ada di Bali.

Jika duduk di pinggir jalan, setiap orang lewat menawari kita untuk diantar, padahal dia bukan ojek. Di saat Galungan, penjor berderet sepanjang jalan, sejauh mata memandang. Rumah-rumah dibiarkan terbuka tanpa tembok permanen. Setelah bekerja di ladang, di sore hari, warga berkumpul di halaman rumah seorang warga untuk mengobrol tentang kampung halaman di Bali, tentang saudara-saudara yang masih di Bali, membantu membersihkan buah kakao atau sekadar bertegur sapa. Menjelang malam, tuan rumah mempersilakan semua tamunya untuk makan malam, lengkap dengan ikan terinya, sambal dan acar mentimun. ''Kalau cuma makanan kami selalu ada, walau dengan lauk seadanya,'' kata mereka selalu.

Beda dengan kita di Bali yang setiap hari menekuk kening, umumnya saudara-saudara kita di rantau gemar menebar senyum, ramah dan suka menolong. Mereka rata-rata sangat bahagia dan bersyukur memutuskan bertransmigrasi. Penyebab kematian juga tunggal, yaitu karena sakit atau usia tua. Beda dengan kita di Bali yang memiliki berbagai penyebab mati; kecelakaan, perkelahian antarkampung, perkelahian antarwarga, narkoba, HIV/AIDS, rabies, DB dan beribu penyebab lainnya. Di tanah rantau, semuanya masih murni. Air belum tercemar, laut masih bersih dan makanan belum terkontaminasi racun.
Ketut Widana

Br. Muncan, Kapal,

Mengwi, Badung
Post a Comment