Bali Promotion Center

Bali Promotion Center
Bali Promotion Center Media Promosi Online

December 21, 2010

Happy mother's day 2010

Hari Ibu, 22 Desember

Tanggal 22 Desember datang kembali menghampiri kita. Pada tanggal ini di Indonesia diperingati sebagai hari Ibu. Berbeda dengan di belahan bumi yang lain, khususnya Amerika dan Kanada yang juga memperingati Mother's Day setiap minggu kedua bulan Mei. Mungkin anda pernah bertanya-tanya kenapa hari Ibu kok jatuh pada tanggal 22 Desember? Apa yang diperingati pada tanggal 22 Desember itu? Kenapa kok hari Ibu tidak jatuh pada tanggal 21 April saja, hari lahir Ibu Kartini.



Jelang Hari Ibu ke 82 yang jatuh tanggal 22 Desember 2010 yang dirangkaikan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK, HUT Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bali dan HUT Radio CDBS ke-21 Minggu, (12/12)  digelar Sepeda Santai yang dilepas Gubernur Bali Made Mangku Pastika di lapangan Timur Puputan Margarana Renon. Didampingi Ibu Ayu Pastika, Ibu Bintang Puspayoga, Ketua Panitia Rusmini Gorde, serta unsur Pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, Gubernur Bali mengajak para bikers menyanyikan lagu Kasih Ibu sebagai penghormatan kepada kaum ibu Indonesia, sebelum melepas peserta sepeda santai dengan kibaran bendera.
 
Sepeda Santai  sepanjang lebih kurang lima belas kilo meter  melibatkan 11.000 peserta berasal dari Provinsi Bali, kota Denpasar, Kabupaten Gianyar dan Badung Ibu Ayu Pastika, Ibu Bintang Puspayoga, Ketua Panitia Rusmini Gorde yang bertema : “Dengan semangat Hari Ibu kita tingkatkan Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki sebagai Prasyarat untuk membangun karakter Bangsa, mewujudkan masyarakat yang sehat dan bermartabat”.

Sepeda Santai mengambil rute mulai Lapangan Timur Puputan Margarana, Renon menuju Jl. Raya Puputan, Jl.Supratman, Waribang finish  matahari terbit.

Dipenghujung acara dilakukan pengundian door prize. Panitia penyelenggara menyiapkan sejumlah hadiah utama dan hadiah hiburan diantaranya satu unit sepeda motor, 5 unit sepeda gung, dan 25 hadiah hiburan.(Sarmini)  


Sejarah yang melandasi peringatan hari Ibu ini adalah berkumpulnya para pejuang wanita untuk mengadakan Kongres Perempuan I pada tanggal 22-25 Desember 1928 di kota Yogyakarta. Kongres Perempuan saat ini lebih dikenal dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Namun organisasi perkumpulan wanita ini sendiri sudah terbentuk sebelumnya sejak tahun 1912 dengan diilhami perjuangan tokoh-tokoh wanita kita seperti Martha Kristina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, Cut Mutia, RA Kartini, Dewi Sartika, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dalam ajaran agama Islam pun sudah dijelaskan bahwa Rasulullah itu sendiri sangat memuliakan derajat seorang ibu, bahkan ketika beliau mendapat pertanyaan dari sahabat, "Siapakah orang yang wajib kita hormati pertama kali?", beliau pun menjawab ibu ibu ibu sampai 3 kali baru kemudian ayah. Banyak hadits nabi bahkan Al-Qur'an pun meninggikan derajat seorang wanita. Pepatah pun berkata bahwa surga itu berada di bawah telapak kaki ibu. Ini juga mungkin sebagai pertimbangan adanya peringatan hari Ibu.

Dengan pertimbangan itulah, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959. (Kenapa ga pernah ada hari bapak ya di negara ini?) Namun jauh sebelumnya, tanggal 22 Desember ini ditetapkan sebagai hari Ibu pada Kongres Perempuan ke III pada tahun 1938.

Jadi, selamat hari Ibu...!

Kasih ibu
Kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa...
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia...

Sudah tak terhingga jasa-jasa atau pengorbanan yang telah diberikan oleh Ibu kepada kita, sudahkah kita membalas jasa-jasa Ibu?




The modern Mother's Day is celebrated on various days in many parts of the world, most commonly in May or in March/April, as a day to honor mothers and motherhood. In the UK and Ireland, it follows the old traditions of Mothering Sunday, celebrated in March/April. this day emerged from a custom of mother worship in ancient Greece, which kept a festival to Cybele, a great mother of Greek gods.{Encyclopædia Britannica|(1959)Vol.15,p. 849} This festival was held around the Vernal Equinox around Asia Minor and eventually in Rome itself from the Ides of March (15 March) to 18 March.

The ancient Romans also had another holiday, Matronalia, that was dedicated to Juno, though mothers were usually given gifts on this day.

In Europe there were several long standing traditions where a specific Sunday was set aside to honor motherhood and mothers such as Mothering Sunday. Mothering Sunday celebrations are part of the liturgical calendar in several Christian denominations, including Anglicans, and in the Catholic calendar is marked as Laetare Sunday, the fourth Sunday in Lent to honour the Virgin Mary and your "mother" church (the main church of the area). Children and young people who were "in service" (servants in richer households) were given a day off on that date so they could visit their families (or, originally, return to their "mother church). The children would pick wild flowers along the way to place them in the church or to give them to their mothers as gifts.[1]

One of the early calls to celebrate Mother's Day in the United States was the "Mother's Day Proclamation" by Julia Ward Howe. Written in 1870, it was a pacifist reaction to the carnage of the American Civil War and the Franco-Prussian War. The Proclamation was tied to Howe's feminist belief that women had a responsibility to shape their societies at the political level.



International Women's Day was celebrated for the first time in 28 February 1909, in the US,[2] by which time Anna Jarvis had already begun her national campaign in the US. It is now celebrated in many countries on March 8.
We wish you a joyous Christmas 2010


Merry Christmas 2010 and Happy New year 2011
Post a Comment