Bali Promotion Center

Bali Promotion Center
Bali Promotion Center Media Promosi Online

January 27, 2011

Jero Wacik: "ASEAN for ASEAN"

Rencana Strategis Pariwisata ASEAN 2011 – 2015

January 25th, 2011 | author : TIO


Dalam rapat menteri pariwisata se-ASEAN yang diadakan pada 17 Januari 2011 di Phnom Penh,Kamboja ditetapkanlah Rencana Strategis Pariwisata ASEAN 2011-2015. Pertemuan ini  diadakan dalam rangkaian kegiatan ASEAN Tourism Forum 2011 (ATF 2011). Pertemuan dipimpin oleh Dr. Thong Khon, Menteri Pariwisata Kamboja, dengan Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, bertindak sebagai Wakil Ketua.
Para Menteri ASEAN yang hadir mengakui pentingnya pariwisata sebagai mesin ekonomi dan alat untuk pengembangan dan perubahan. Para menteri Pariwisata ASEAN mengadopsi Rencana Strategis  2011-2015 ini untuk memberikan kontribusi terhadap tujuan keseluruhan dari Komunitas ASEAN pada tahun 2015 melalui promosi pertumbuhan, integrasi dan daya saing sektor pariwisata dan juga memperdalam pemahaman yang sama tentang masalah sosial dan budaya serta memfasilitasi perjalanan ke dan di dalam ASEAN.
Adapun visi rencana Strategis tersebut sebagai berikut:  ”Pada tahun 2015, ASEAN akan memberikan peningkatan jumlah pengunjung ke daerah dengan dan beragam produk-produk otentik, konektivitas yang disempurnakan dan lingkungan yang aman, serta meningkatkan kualitas layanan. Sementara pada saat yang sama menjamin peningkatan kualitas hidup dan kesempatan bagi penduduk melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan dan bertanggung jawab dengan bekerja secara efektif dengan berbagai stakeholder. ”
Para menteri juga menetapkan  bahwa ATF berikutnya di tahun 2012 akan diadakan di Manado, Indonesia pada 09-15 Januari 2012 . Dengan tema “ASEAN Pariwisata untuk Komunitas Global Bangsa”.
Pertemuan dihadiri oleh:
1.       Pehin Dato Yahya, Menteri Perindustrian dan Sumberdaya Primer Brunei Darussalam.
2.       Dr Thong Khon, Menteri Pariwisata Kamboja.
3.       Ir.Jero Wacik.SE, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Indonesia.
4.       Somphong Mongkhonvilay, Menteri dan Ketua Administrasi Pariwisata Nasional Laos.
5.       Dato Dr James Dawos Mamit, Deputi Menteri Pariwisata Malaysia.
6.       Naing Soe,  Menteri Hotel dan Pariwisata Myanmar.
7.       Alberto A. Lim Menteri Pariwisata Filipina.
8.       S. Iswaran, Menteri Senior Negara untuk Perdagangan dan Industri Singapura.
9.       Chumpol Silapa-Archa, Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand.
10.   Tuan Anh Ho, Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Vietnam.
11.   Pushpanathan Sundram, Wakil Sekretaris-Jenderal untuk Masyarakat Ekonomi ASEAN, Sekretariat ASEAN.

 PHNOM PENH - Guna mendorong gairah kunjungan wisata diantara negara ASEAN, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik kembali mempromosikan ASEAN for ASEAN. Promosi itu dia sampaikan dalam pertemuan antar perwakilan kementerian pariwisata dan kebudayaan negara-negara ASEAN pada ASEAN Tourism Forum di Peace Palace, Phnom Penh, Cambodia, Senin (17/1/2011).
Hadir pula pada acara itu, Deputy Secretary General ASEAN Pushpanathan Sundran. Selain itu, hadir juga ketua tim pengembangan ASEAN Tourism Strategic Plan Walter Jamieson yang juga ahli perkotaan dari Universitas Thammasat, Thailand.
Adapun ide ASEAN for ASEAN pernah digulirkan oleh Jero Wacik pada pertemuan ASEAN di Vietnam tahun 2009. Namun kali ini, ide itu kembali dia digulirkan untuk meyakinkan para perwakilan negara ASEAN agar serius mendorong warga negaranya mengutamakan wisata diantara negara-negara ASEAN, dibandingkan ke Eropa. "Saya sendiri sudah meminta pemerintah Vietnam untuk menyarankan warganya berwisata ke Indonesia. Begitu pula sebaliknya, kami telah berusaha promosikan warga kami berwisata ke Vietnam," kata Jero Wacik.
Sementara itu, Deputy Secretary General ASEAN Pushpanathan Sundran mengatakan, dibutuhkan infrastruktur transportasi antar negara ASEAN yang terintegrasi dengan baik. Dengan demikian, mobilitas wisatawan antar-negara ASEAN dapat berjalan baik. "Hal ini dibutuhkan pembahasan lagi," katanya.
Menurut Walter Jamieson, kendala transportasi itu dapat disiasati dengan memberdayakan lembaga-lembaga yang telah ada di ASEAN. Dengan demikian, kerja untuk pengembangan wisata ASEAN bisa lebih ringan.

Sumber:
http://tourismindonesiaonline.com/ and
http://travel.kompas.com/read/2011/01/17/12530153/Jero.Wacik:..quot.ASEAN.for.ASEAN.quot.


 Happy New year 2011
Post a Comment