Bali Promotion Center

Bali Promotion Center
Bali Promotion Center Media Promosi Online

March 03, 2011

During Nyepi , hotels, hospitals are still allowed to turn on lights.

The observance of the Nyepi Day of Silence is expected to save 60 percent of the total consumption of electricity on the island of Bali.

Agung Mustika, spokesman for the state-owned electricity company PT PLN, said that during the holiday, most households in Bali would turn off their lights.

Meanwhile, hotels, hospitals are still allowed to turn on lights.

Mustika said Bali had 545 megawatts of electricity supplies. The use of electricity during the day reaches 457 megawatts, while on Nyepi day, the need for electricity will only reach 150 megawatts during the day and 237 megawatts at night. Bali is currently facing an electricity shortage due to a lack of supplies and electricity power plants.

During Nyepi holiday, Balinese Hindus will observe the New Year in silence. People are not allowed to come out of their houses.

They are also prohibited from working, turning on lights, igniting fires and making noise.  It set aside as a time for self-contemplation.

Foreign and domestic visitors are expected to stay at their hotels during Nyepi. Anyone violating the rules will be given customary sanctions by traditional village bodies and security guards.

A.A. Putra Wibawa, Sanglah General Hospital spokesperson, said that the hospital would be open 24 hours.”We will provide regular and emergency healthcare services for any patients who need our service during Nyepi,” said Wibawa.

Meanwhile, the local authority will also prohibit national and local television stations as well as cable televisions from broadcasting programs in Bali. As previously reported, Ngurah Rai International Airport at Tuban; and Gilimanuk and Padang Bai ferry ports will be closed for 24 hours from the afternoon of March 5 until the morning of March 6.

That is more or less what all of Bali would do on Saturday, as the island's majority population of Balinese Hindus commemorate Nyepi, the Day of Silence, as reported by kompas.com.
All streets of Bali have been empty since 6 a.m., making the Island of the Gods look like a ghost town. No vehicles will be on the streets, no shops or offices will be open nor television or radio programs broadcast for 24 hours.

Bali will observe the Day of Silence until 6 a.m. on Sunday.

Happy sacred day of Nyepi (silence) and Happy Prosperous New Year saka 1933 


DENPANSAR -- 
Munculnya isu via sms tentang pemadaman listrik total saat hari raya Nyepi di Bali dalam beberapa hari terakhir menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Entah siapa yang mulai mengembuskan isu tersebut, tetapi PLN Bali kewalahan menerima pertanyaan warga melalui call centre untuk meluruskan isu menyesatkan ini.

PT PLN Distribusi Bali tidak akan melakukan pemadaman terhadap mesin-mesin pembangkit tenaga listrik saat umat Hindu menunaikan Tapa Brata Penyepian menyambut tahun baru saka 1933 pada hari Sabtu, 5 Maret 2011.
"Mesin tetap beroperasi, pasokan energi listrik kepada sekitar 800.000 konsumen dilakukan seperti hari-hari biasanya," kata Kepala Humas PT PLN Distribusi Bali Agung Mastika di Denpasar Rabu.
Ia mengatakan, pembangkit listrik saat umat Hindu melaksanakan empat pantangan sengaja tidak dipadamkan mengingat beberapa instansi vital seperti rumah sakit dan hotel tetap memerlukan adanya pasokan listrik.
Sedangkan konsumen untuk kalangan rumah tangga dan pihak lainnya juga tidak diputus, meskipun mereka tidak menyalakan listrik atau menggunakan energi listrik selama 24 jam.
Penghematan listrik pada hari Raya Nyepi itu bisa mencapai 50 persen, bahkan lebih dibanding hari-hari biasa yang beban puncaknya mencapai 430 MW.
"Cermin penghematan pada Hari Suci Nyepi itu diharapkan bisa dilanjutkan oleh seluruh masyarakat pada hari-hari mendatang untuk menggunakan listrik secara bijak," harap Agung Mastika.
Ia menambahkan, untuk lampu-lampu penerangan jalan sepenuhnya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota di Bali untuk memadamkan.
Bagi lampu penerangan jalan yang dapat dihidupkan maupun dimatikan secara otomatis dari pusatnya tidak masalah namun beberapa lampu penerangan yang harus dimatikan dan dihidupkan secara manual harus dilakukan satu persatu.
"Koordinasi dan antisipasi terhadap hal itu sudah dilakukan dengan baik, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Agung Mastika.
Petugas PLN sendiri pada hari Raya Nyepi tetap "stand by" (siaga)selama 24 jam, kali ini bukan untuk mengantisipasi listrik yang padam namun kemungkinan adanya listrik penerangan jalan yang tetap menyala saat Pulau Bali gelap gulita itu.
Menghadapi kemungkinan listrik penerangan jalan yang tetap hidup di saat Hari Raya Nyepi, sangat diharapkan adanya laporan secepatnya dari warga masyarakat setempat, sehingga petugas dapat memadamkannya atau masyarakat langsung mematikan.
Pulau Bali yang berpenduduk sekitar 3,8 juta jiwa pada hari Sabtu, 5 Maret 2011 akan gelap gulita, sunyi senyap dan seluruh umat Hindu mengurung diri melakukan introspeksi diri terhadap perbuatan yang dilakukan selama satu tahun terakhir.
Umat Hindu pada hari pergantian tahun baru saka dari 1932 ke 1933 yang jatuh setiap 420 hari sekali, melaksanakan "Catur Tapa Bratha Penyepian" yakni empat pantangan yang dilakukan selama 24 jam sejak sebelum matahari terbit (pukul 06.00 Wita) sampai matahari terbit kembali keesokan harinya.
Keempat pantangan tersebut meliputi tidak menyalakan api/lampu (amati geni), tidak melakukan kegiatan (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan) serta tidak mengadakan rekreasi atau mengumbar hawa nafsu (amati lelanguan).
Pemprop Bali dan seluruh Pemkab dan Pemkot di daerah ini tidak mengeluarkan dispensasi bagi kendaraan bermotor untuk bisa melaju. Namun keistimewaan itu hanya dikeluarkan oleh desa adat, bagi warganya yang sangat mendesak, antara lain mengantar orang sakit maupun melahirkan yang bersifat sangat darurat.
Demikian pula bandara internasional Ngurah Rai, satu-satunya pintu masuk Pulau Dewata lewat udara, pada Hari Raya Nyepi itu ditutup selama 24 jam.
Hal yang sama juga berlaku bagi empat pelabuhan laut di Bali, meliputi Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Celukan Bawang, Pelabuhan Padangbai menghubungkan Bali-Nusa Tenggara Barat dan Pelabuhan Gilimanuk, pintu masuk Bali dari Jawa.ant/taq

 Happy New year 2011
"MsoNormal">


Post a Comment