Bali Promotion Center

Bali Promotion Center
Bali Promotion Center Media Promosi Online

May 13, 2011

Jenazah almarhum I Made Sumer dikremasi (diaben) pada tanggal 10 Mei.



Laid to Rest: A large-scale Hindu cremation ceremony was held in Kuta on Tuesday, for local leader I Made Sumer, who died last week following an illness. Sumer was a politician, hotelier and newspaper owner. Photograph by Juliyusman Sine/The Bali Times

Selamat Jalan Pak Sumer

DENPASAR – Sepak bola Bali tengah dirundung duka yang sangat mendalam. Bali kehilangan salah satu tokoh yang membesarkan sepak bola Bali, yakni Drs. Made Sumer, Apt. Beliau adalah Ketua Umum PSSI Bali.
Pria yang kini masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Badung itu menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Utama Husada, Surabaya, pukul 15.00 WIB Senin (2/5/2011) sore.
Sudah sebulan terakhir, tokoh sepak bola Bali itu terbaring di rumah sakit karena menderita penyakit jantung dan stroke. Sebelumnya pria yang juga aktif sebagai praktisi politik ini sempat di rawat di RSUP Sanglah selama beberapa hari.
CEO Bali Devata, Roso Daras, menyampaikan rasa duka citanya kepada keluarga besar almarhum. “Sepak bola Bali sangat kehilangan beliau. Beliau adalah tokoh yang sangat berjasa dalam memajukan dunia sepak bola di Bali,” demikian Roso Daras.
Sebelumnya, almarhum sempat aktif membina sepak bola Bali melalui klub Bali FC. Bahkan almarhum sempat berambisi mewujudkan stadion sepak bola bertaraf nasional di Bali.
Selain membina klub Bali FC, almarhum juga dua kali menjabat sebagai Ketua PSSI Bali. Jabatan keduanya baru akan berakhir pada tahun 2013 nanti.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan lima orang anak. Empat orang putri, dan satu orang putra.
Selamat jalan Pak Sumer. Semoga seluruh amal bakti beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. (RED)



Kuta (Antara Bali) - Jenazah I Made Sumer, Ketua DPRD Badung, diaben secara agama Hindu (kremasi) di kuburan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.


Suasana pelaksanaan upacara pembakaran jenazah dalam kepercayaan umat Hindu itu disaksikan ratusan wisatawan dan masyarakat di sekitar pantai tersebut.


Selain disaksikan ratusan pasang mata wisatawan dalam dan luar negeri, upacara tersebut juga diikuti oleh ratusan kerabat dan rekan sebagai tanda penghormatan terakhir kepada salah seorang tokoh PDIP Bali itu.


Iring-iringan pembawa jenazah Ketua Umum Pengprov PSSI Bali tampak terlihat cukup panjang.


Keluarga dan istri serta anak-anak almarhum I Made Sumer tampak terlihat tegar.


almarhum semasa hidupnya juga dikenal dalam dunia persepakbolaan di Bali, meninggal dunia karena hipertensi saat dalam perawatan di Rumah Sakit Husada Utama, Surabaya, Senin (2/5).


Made Sumer yang selama ini juga menjabat Ketua Umum Pengprov PSSI Bali, meninggal dunia di tengah anggota keluarga, termasuk istrinya yang sudah berada di Surabaya sejak mantan ketua DPC PDI Perjuangan Badung itu menjalani perawatan.


Bupati Badung Anak Agung Gde Agung bersama jajaran dan DPRD setempat, bersama-sama menyambut kedatangan jenazah almarhum di Bandara Ngurah Rai pada Selasa (3/5), untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka di kawasan Kuta.


Kepergian Made Sumer meninggalkan kesan tersendiri di mata koleganya, khususnya para pengurus PSSI di kabupaten/kota.


Seperti disampaikan Humas PSSI Pengda Kota Denpasar Dewa Gede Rai. Dia mengatakan, sosok almarhum I Made Sumer sangat berjasa dalam mengembangkan persepakbolaan di Pulau Dewata.


Jasa besar yang telah beliau tanamkan sebagai tokoh sepak bola adalah dengan memunculkan tiga klub sepak bola ternama di Bali.


Ketiga klub sepak bola yang dimunculkan dan ikut dibesarkan oleh Made Sumer itu adalah Perseden, Persekaba Badung dan Bali FC.(*)          



TEMPO Interaktif, Jakarta - Jenazah almarhum I Made Summer, Ketua Pengurus Provinsi PSSI Bali, tiba di rumah duka di kawasan Kuta, Bali, Selasa, 3 Mei 2011. Jenazah akan disemayamkan di rumah duka hingga 9 Mei, lantas dilakukan upacara keagamaan Ngaben pada 10 Mei.
Situs resmi PSSI melansir, I Made Sumer wafat dalam usia 63 tahun di RS Asri Husada, Jalan Dharmawangsa, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 2 Mei 2011 pukul 17.15. Almarhum yang sudah beberapa periode tak tergantikan sebagai Ketua Pengprov PSSI Bali itu sudah hampir satu bulan dirawat di unit perawatan khusus RS Asri Husada setelah terkena serangan jantung dan stroke.
Sekretaris Umum Pengprov Maluku Utara, Maurice Tuguis, pada saat-saat terakhir almarhum sempat berada di Pekanbaru, Riau, untuk menghadiri Kongres PSSI di Hotel Premiere pada 26 Maret lalu.

"Almarhum menyatakan bahwa dia sangat shock melihat apa yang terjadi menjelang kongres dilangsungkan," kata Maurice. Dari Pekanbaru, almarhum sempat kembali ke kediamannya di Kuta, Bali.
Namun, karena kondisinya semakin memprihatinkan, almarhum dibawa ke Surabaya dan dirawat serius di RS Asri Husada. Pergaulan almarhum yang luas membuat kamar perawatannya hampir setiap hari dikunjungi rekan pengurus pengprov maupun pemangku sepak bola lainnya.

Wakil Ketua DPRD Badung I Ketut Suiasa menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pucuk pimpinan Dewan Badung tersebut. Dia menyatakan, Badung telah kehilangan salah satu figur pemimpin bijaksana serta mampu mengayomi masyarakat dan lembaga yang dipimpinnya melalui sikap tegas dan konsistennya. Di mata Suiasa dan rekan-rekan di DPRD Badung, almarhum Made Sumer adalah sosok pribadi yang supel dalam pergaulan. Dalam mengemban tugasnya, Sumer adalah figur pekerja keras, ulet dan bertanggung jawab. "Beliau juga sosok yang mengabdikan kehidupannya untuk kepentingan sosial dan orang banyak, sikap ini patut kita teladani. Kami di lembaga Dewan dan masyarakat mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Pak Sumer. Semoga amal bakti beliau diterima di sisi-Nya. Demikian pula pihak keluarga yang ditinggalkan khususnya, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan," ujarnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali Bagus Ngurah Rai menyatakan ikut berbelasungkawa atas meninggalnya Made Sumer. Menurutnya, almarhum semasa hidupnya juga dikenal sebagai pejabat yang terbuka kepada pers

"Minggu lalu, saya juga sempat menyempatkan ke RS Asri Husada dan bisa berbincang-bincang sedikit dengan beliau," kata Bambang Irianto, Direktur Perwasitan PSSI.

I Made Sumer meninggalkan seorang istri, Sri Utari, 57 tahun, dan lima orang anak (satu pria dan empat wanita).

ALI ANWAR

Source Tempo , Bali Post dan Bali Antara news  

Paradise Enterprise 
Translation, interpreting and subtitling service 
Learning English and Bahasa Indonesia online 
Payment by paypal and credit card : kingoforchid2005@gmail.com
Mobile :085737137351

Post a Comment