Bali Promotion Center

Bali Promotion Center
Bali Promotion Center Media Promosi Online

March 06, 2016

The Fifth Extraordinary OIC Summit jakarta

Indonesia (AP) — Indonesia's president on Monday urged a summit of Muslim nations to be part of the solution to the Israeli-Palestinian conflict rather than part of the problem.

President Joko "Jokowi" Widodo, who heads the most populous Muslim nation, said the entire world is concerned by the deterioration of the situation in Palestine and criticized what he called Israel's "unilateral and illegal policies."
Officials from 57 countries are meeting in the Indonesian capital Jakarta for a special summit of the Organisation of Islamic Cooperation that is focused on Palestine and Jerusalem. The Middle East quartet and permanent members of the U.N. Security Council are also represented.
"The OIC should be part of the solution, and not part of the problem," Jokowi said in opening remarks to the summit. "If the OIC cannot be part of the solution to Palestine, then the OIC becomes irrelevant."
Israel says a recent surge in violence is a result of a Palestinian campaign of lies and incitement. Palestinians say it stems from frustration at nearly five decades of Israeli military rule.
Among the leaders at the Jakarta meeting is Sudanese President Omar al-Bashir, who is wanted by the International Criminal Court on war crimes allegations linked to the conflict in Sudan's Darfur region.

Palestine Expresses its Gratitude for Indonesia’s Support

 Indonesia is always committed to providing full support to the independence of Palestine. Indonesia will also fully support the initiatives and breakthroughs of Palestine to hold an international conference.
This view was delivered by President Joko Widodo after a bilateral meeting with President of Palestine Mahmoud Abbas at Kakatua Room, Jakarta Convention Center, Sunday (6/3) evening.

“Indonesia expects the results of this Summit could be a concrete inputs for the next conferences’ mechanism,” the President said while emphasizing that Indonesia will always participate in Palestine’s independence.
On that meeting, as conveyed by President Joko Widodo, President Mahmoud Abbas thanked Indonesia for the organization of the 5th OIC Extraordinary Summit in Jakarta, from 6 to 7 March 2016, that mainly discuss Palestine and Al-Quds Al-Sharif.
“(President Mahmoud Abbas) thanked Indonesia for the organization of this Summit as well as Indonesia’s consistency in fully supporting the Palestine,” President Joko Widodo said.
The meeting also discussed a number of issued related with borders, informal settlements, and Palestinian refugees who are staying outside Palestine, as well as security issues at the zones occupied by Israel.
On that meeting, President Joko Widodo was accompanied by Coordinating Minister for Political, Legal, dan Security Affairs Luhut B. Pandjaitan, Minister of Foreign Affairs Retno Marsudi, Minister of State Secretary Pratikno, and Minister of Religious Affairs Lukman Hakim Syaifuddin.  (FID/UN) (MMB/YM/Naster)

During the meeting, as conveyed by President Joko Widodo, President Mahmoud Abbas thanked Indonesia for the organization of the 5th OIC Extraordinary Summit in Jakarta, from 6 to 7 March 2016, that mainly discuss Palestine and Al-Quds Al-Sharif.
“(President Mahmoud Abbas) thanked Indonesia for the organization of this Summit as well as Indonesia’s consistency in fully supporting the Palestine,” President Joko Widodo said.
The meeting also discussed a number of issued related with borders, informal settlements, and Palestinian refugees who are staying outside Palestine, as well as security issues at the zones occupied by Israel.
On that meeting, President Joko Widodo was accompanied by Coordinating Minister for Political, Legal, dan Security Affairs Luhut B. Pandjaitan, Minister of Foreign Affairs Retno Marsudi, Minister of State Secretary Pratikno, and Minister of Religious Affairs Lukman Hakim Syaifuddin.  (FID/UN) (MMB/YM/Naster)

Source : Palestine Expresses its Gratitude for Indonesia’s Support

 Posted by Mita Apriyanti

Sambutan Presiden Joko Widodo Pada Pembukaan KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-5, di Jakarta Convention Center, Jakarta, 7 Maret 2016

Bismillahirahmanirahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang Mulia Tuan Mahmoud Abbas, Presiden Negara Palestina,
Yang Mulia Tuan Iyad Ameen Madani, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam,
Yang Mulia Menteri Luar Negeri Mesir, selaku Wakil dari Ketua KTT OKI ke-12,
Yang saya hormati Presiden ke-5 Republik Indonesia Ibu Megawati Soekarno Putri,
Yang saya hormati Wakil Presiden ke-6 dan ke-11 Republik Indonesia Bapak Try Sutrisno dan Bapak Boediono,
Yang saya hormati Ketua Lembaga Tinggi Negara,
Yang Mulia para Kepala Negara dan Kepala Pemerintah, serta Ketua Delegasi negara-negara anggota Kerja Sama Islam,
Para Yang Mulia Hadirin yang saya hormati,
Pada tahun 1962, Bapak Bangsa Indonesia, Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, Bung Karno, menegaskan: “… selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.”
Kami bangsa Indonesia konsisten dengan janji tersebut. Hari ini, Indonesia berdiri bersama dengan negara-negara OKI untuk meneruskan perjuangan yang belum selesai itu. Suatu kehormatan bagi rakyat dan Pemerintah Indonesia untuk memenuhi himbauan Saudara kami, Presiden Mahmoud Abbas, dengan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.
Selamat datang di Indonesia  Negeri indah yang mempunyai umat Islam terbesar di dunia, negeri demokratis nomor tiga di dunia, negeri yang segera membuka Konsulat Kehormatan di Palestina.

Yang Mulia Para Hadirin Sekalian,
Kita dan dunia prihatin dengan memburuknya situasi di Palestina sekarang. Banyak kebijakan sepihak dan ilegal, serta hukuman kolektif Israel semakin menyulitkan rakyat Palestina. Akses Umat Islam ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem juga dibatasi. Rakyat Palestina semakin tidak berdaya. Situasi kemanusiaan di wilayah-wilayah pendudukan semakin memburuk. Situasi tersebut harus bersama-sama kita hadapi. Kita harus bersatu, Palestina harus bersatu, Palestina harus rekonsiliasi. Indonesia siap membantu proses rekonsiliasi ini.
Yang Mulia Para Hadirin Sekalian,
OKI dibentuk karena adanya kebutuhan mendukung perjuangan Palestina. Untuk itu, sesuai dengan tema KTT “United For A Just Solution”, OKI harus menjadi bagian dari solusi. Apabila OKI tidak bisa menjadi bagian dari solusi Palestina, maka keberadaan OKI menjadi tidak relevan lagi. Sekali lagi menjadi tidak relevan lagi.

Yang Mulia Para Hadirin Sekalian,
Batas toleransi masyarakat internasional terhadap keberlanjutan pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina sudah lama berakhir. Sebagai bagian dari masyarakat internasional, Israel harus segera menghentikan aktivitas dan kebijakan ilegalnya di wilayah pendudukan. Indonesia dan Dunia Islam siap melakukan langkah-langkah konkrit untuk terus mendesak Israel mengakhiri penjajahannya atas Palestina dan menghentikan kesewenang-wenangan di Al-Quds Al-Sharif. Dunia Islam membutuhkan dukungan dari PBB sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya. Dunia Islam kembali menyerukan agar proses perdamaian jangan ditunda-tunda lagi untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina melalui “Solusi Dua Negara” (Two-State Solution).
Yang Mulia Para Hadirin Sekalian,
Saya ingin mendengar pandangan para Yang Mulia kepala negara dan pemerintahan serta ketua delegasi mengenai berbagai pandangan saya tersebut. KTT ini merupakan momentum penting bagi Dunia Islam merespon situasi yang dihadapi rakyat dan bangsa Palestina dewasa ini dengan langkah konkrit, dengan langkah konkrit. Indonesia akan selalu berada di garis terdepan dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Perkenankan saya menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjuk Nyonya Maha Abou Susheh selaku Konsul Kehormatan Republik Indonesia untuk Palestina, serta dalam waktu dekat akan meresmikan Kantor Konsulat Kehormatan RI di Ramallah, Palestina.
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan ridha-Nya agar KTT ini menghasilkan kesepakatan nyata untuk segera  merealisasikan hak-hak sah bangsa dan rakyat Palestina.
Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(Humas Setkab)


 

No comments: