Bali Promotion Center

Bali Promotion Center
Bali Promotion Center Media Promosi Online

February 23, 2011

Letcol Wisnu airport , Buleleng, Bali - letcol Wisnu airstrip

Lieutenant Colonel Wisnu Airfield, (Indonesian: Letkol Wisnu Airfield, also referred to as Buleleng Airport) is located in Sumberkima Village, Buleleng province in the north-west corner of Bali, Indonesia. Construction was funded by the local government and completed in 2007. Airfield runway are planned to be extended from 600 to 1200 meters by 2010.
Monday, 28 February 2011 Hopes for a new airport in North Bali, Indonesia have been given a fillip with reports that investors have secured US$1 billion towards the planned development.
A report in the Bali Post says Indian infrastructure company GVK promised the investment during a meeting with the Indonesian Culture and Tourism ministry.

Chairman of GVK Power and Infrastructure, Krishna Reddy told Bali officials: "We have prepared at least US$1 billion for the construction of North Bali airport."

He also pledged to help out other big stalled projects on the island including the Garuda Wisnu Kencana project.



Sekolah penerbang di Bali telan US$2,5 juta

Image
PT Bali Widya Dirgantara mengeluarkan dana US$2,5 juta atau melonjak empat kali lipat dari rencana awal pengembangan sekolah penerbang Bali International Flight Academy yang mulai beroperasi akhir bulan lalu.
Chairperson Bali International Flight Academy Robby Djohan mengungkapkan dana itu digunakan untuk membangun fasilitas kampus bertaraf bintang lima, serta pengadaan sarana dan prasarana. Adapun, pesawat latih yang digunakan adalah jenis Cessna 172.

"Dana awal kami US$500.000, tetapi ternyata melonjak hingga empat kali lipat," ujarnya di sela-sela acara peresmian sekolah penerbang itu di Jakarta, kemarin.

Dia memaparkan biaya yang dikenakan kepada siswa untuk mendapatkan lisensi pilot komersial sekitar US$50.000 per orang atau lebih murah dibandingkan dengan tarif sekolah serupa di luar negeri yang mencapai US$80.000.

"Kami akan meluluskan 80 siswa per tahun dengan menggunakan perbandingan satu pesawat untuk delapan orang siswa. Artinya, hingga akhir tahun ini kami akan memiliki 10 Cessna 172."

Robby menuturkan lulusan dari sekolah penerbang yang beroperasi di Buleleng, Bali, itu diharapkan bisa mengakomodasi kebutuhan pilot dari maskapai penerbangan lokal yang mencapai 400 orang per tahun, sedangkan yang tersedia hanya sekitar 150 orang.

General Manager Bali International Flight Academy Malcolm Poultan mengatakan sekolah penerbang yang diklaim mempunyai fasilitas setingkat STPI Curug itu diyakini bisa mendidik siswa hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun untuk menjadi pilot.

Selain mendidik calon pilot, Malcolm juga bertugas melatih dua-empat orang untuk menjadi instruktur penerbang di Bali International Flight Academy.
Saat dibuka dua tahun lalu, akademi milik pengusaha Robby Djohan ini menjalin kerja sama dengan PT Garuda Indonesia. Setelah lulus dari BIFA, Rizky dan kawan-kawan akan mengikuti pendidikan lanjutan selama tiga bulan bersama instruktur Garuda Indonesia. Pendidikan ini akan mengarahkan calon penerbang pada tipe-tipe pesawat komersial baru, seperti Boeing 737 NG dan Airbus.

Michael berpendapat, kesempatan menjadi pilot saat ini cukup terbuka. Informasi tentang sekolah penerbangan juga dapat diakses melalui internet. Calon pilot terbuka bagi siapa saja, tidak dibatasi usia. Pendidikan di BIFA bisa diikuti oleh lulusan SMA dan sarjana.

”Faktor terpenting, menguasai Matematika, Fisika, dan bahasa Inggris,” kata Michael.

Pelajaran itu wajib dikuasai karena pilot dituntut membuat perhitungan yang cepat dan tepat terkait bahan bakar, jarak tempuh, dan besar sudut yang dibutuhkan untuk mendarat. Sementara Bahasa Inggris dibutuhkan untuk menguasai standar operasional prosedur internasional.
Calon penerbang juga harus lulus psikotes karena pilot harus tahan terhadap tekanan.

Menurut Chief Executive Officer BIFA Wiradharma Oka, BIFA menyiapkan tempat pendidikan dan tenaga pengajar asing guna menghasilkan pilot andal.

Para siswa wajib tinggal di asrama seluas 7.000 meter persegi di Desa Sumberkima, Buleleng, Bali. Di depan akademi yang terletak sekitar 120 kilometer arah utara Denpasar ada Bandara Letkol Wisnu. Bandara dengan panjang landasan 660 meter dan lebar 18 meter itu digunakan para siswa BIFA untuk berlatih mengendarai pesawat.

Dalam menggunakan 11 pesawat latih jenis Cessna 172, para siswa didampingi sejumlah instruktur dari luar negeri, seperti Australia, Amerika Serikat, Kanada, Italia, dan Inggris.

Ada dua jenis pendidikan bagi calon pilot di BIFA, yakni private pilot license (PPL) dan commercial pilot license (CPL).
Untuk mendapatkan PPL, calon penerbang wajib menjalani 300 jam teori dan 55 jam praktik. CPL diperoleh lewat 550 jam teori dan 140 jam praktik. Biaya untuk bersekolah di BIFA hingga selesai mencapai 58.000 dollar AS atau sekitar Rp 522 juta (1 dollar AS setara Rp 9.000).
”Namun, orangtua hanya perlu membayar 50 persen. Sisanya dicicil siswa setelah bekerja"” kata Oka
Bandara Letkol Wisnu terletak di  di Desa Sumberkima, kecamatan Gerokgak  telah ditetapkan sebagai lokasi event tahunan bertajuk Buleleng ‘Fly In’ yang menempati area 5 Hektar. Bandara ini dibangun sebagai penunjang pariwisata dan saat ini masih untuk promosi pariwisata. Bandara Letkol Wisnu lebih banyak dipakai oleh ‘carter flight’. Berdasarkan rencana yang dikeluarkan Bappeda, keberadaan lanud itu akan dikombinasikan dengan pembangunan wisata air mirip Taman Wisata Ancol di kawasan Pemuteran. Dengan kombinasi seperti itu, maka di kawasan Pemuteran tak hanya terdapat wisata air, namun juga wisata dirgantara.
Fasilitas yang dimiliki :
·      Panjang landasan Pacu        : 660 m, lebar 18 m
·      Pelataran parkir pesawat    : 60 x 40 m
·      Pelataran parkir kendaraan : 10 x 8 m
·      Helly Pad
Dari mana asal-usul nama Letkol Wisnu untuk lapangan terbang ini masih belum ditemukan informasi yang jelas.
Yang ditawarkan objek wisata ini lebih kepada alam bawah lautnya yang mempesona. terumbu karang dan bermacam macam ikan hias warna warni menjadi daya tarik tersendiri bagi objek wisata yang satu ini. Selain itu melalui objek wisata labuhan lalang ini Anda bisa menyeberang ke sebuah pulau yang disebut Gili Menjangan yang pantainya berpasir putih menambah indahnya pulau ini. Terumbu karang di kedua objek wisata ini masih sangat alami serta ombak yang cenderung tenang.
Kedua lokasi ini juga masih dalam satu kawasan Taman Nasional Bali Barat yang terkenal dengan Burung Jalak Bali yang merupakan maskotnya Bali.
Objek wisata Labuhan lalang terletak di kecamatan Gerokgak, Buleleng barat . kurang lebih 2 jam perjalanan kearah barat dari objek wisata pantai lovina melewati pura pulaki , objek wisata pantai pemuteran , bandara udara letkol wisnu dan permandian air panas banyuwedang , atau sekitar 15 menit kearah timur dari Pelabuhan laut Gilimanuk, Bali.
Objek wisata alam bawah laut yang juga dapat anda kunjungi adalah pantai tulamben

Bali Segera Miliki Bandara Baru
Beritabali.com, Renon, Dalam waktu dekat Bali akan segera memiliki bandara baru, mengingat Bandara Internasional Ngurah Rai kini sudah tidak memadai. Selain itu, pembangunan bandara baru juga bertujuan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan antara Bali Selatan dan utara. Pembangunan bandara yang direncanakan di kabupaten Buleleng tersebut kini masih dalam tahap studi lapangan.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada keteranganya di Renon (23/2) mengatakan pembangunan Bandara di Kabupaten Buleleng kini masih dalam tahap studi lapangan lokasi pembangunan. Dimana terdapat 3 lokasi yaitu Kubutambahan, Sangsit dan Grokgak.

”belum ditentukan, apakah di wilayah Kubutambahan?, apakah di wilayah Sangsit?, apakah di wilayah Grokgak? Tetapi dilihat dari keberadaan lahan selama ini kira-kira yang paling mendekati yang di Grokgak. Deket pantai, gunungnya agak jauh dan itu ada lahan provinsi,” jelas Made Mangku Pastika.

Pastika menegaskan pembangunan bandara baru di kabupaten Buleleng juga telah masuk dalam perda rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) Bali. Pastika mengakui beberapa investor juga telah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi.(mlt)
Rencana pembangunan bandara internasional di Kabupaten Buleleng mendapat sambutan yang hangat dan positif dari segenap masyarakat Kabupaten Buleleng. Pembangunan bandara yang diperjuangkan oleh Bupati Buleleng Drs. Putu Bagiada MM dan Wakil Bupati Buleleng Drs. Made Arga Pynatih M.Si itu telah sampai pada proses Mou yang penandatangannya dilakukan di India pada tanggal 25 Januari lalu.

Rektor Universitas Panji Sakti, Dr. Ketut Gunawan, berpendapat bandara merupakan salah satu transportasi di era globalisasi yang akan menjadikan Kabupaten Buleleng sebagai salah satu pintu gerbang dunia yang berdampak positif di bidang ekonomi. Pendirian bandara, lanjutnya, akan memberikan multi player efeks yang akan menggerakkan dan menghidupkan hotel, restoran serta aktifitas penunjang pariwista yang berujung pada pertumbuhan ekonomi yang drastis. Untuk itu, Rektor yang baru beberapa bulan dilantik itu mendoakan agar pembangunan bandara internasional itu cepat terwujud.
Pembangunan bandara internasional di Kabupaten Buleleng sempat memancing pendapat sinis yang mengatakan pembangunan bandara di Buleleng akan mempercepat rusaknya Bali. Terhadap pandangan sinis itu, Dr. Ketut Gunawan membantahnya, sebab menurutnya, masyarakat Bali sudah lama memiliki asas akulturasi yang bisa menerima budaya luar tanpa kehilangan budaya lokal .

Pembangunan bandara internasional di Buleleng tidak mudah, prosesnya cukup lama. Memahami itu Ketut Gunawan memuji Bupati Buleleng Drs. Putu Bagiada MM atas gagasan dan perjuangannya, dan lanjut menilai pembangunan bandara itu merupakan pembangunan yang bernilai plus.

Selain dari kalangan akademisi, dukungan disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Buleleng Gusti Bagus Nyoman Adnyana atau yang akrab disapa Gusmang yang berpendapat pembangunan bandara internasional untuk masa depan. Sebab, menurutnya, bandara Ngurah Rai sudah kurang memadai lagi untuk sebuah bandara bertaraf internasional. Pendapat senada  disampaikan juga oleh Ketua LVRI Buleleng  Wayan Wida yang menyambut positif rencana pembangunan bandara internasional itu.

Sementara itu Camat Gerokgak, Putu Kariaman, S.Sos menyatakan telah melakukan sosialisasi tentang pembangunan bandara interansional itu. Hasilnya masyarakat Gerokgak umumnya mendukung pembangunan itu dan mengharapkan pembangunannya akan cepat terealisasi. (sat)
Sumber : http://bulelengkab.go.id/arsip-berita/1103-masyarakat-buleleng-dukung-pembangunan-bandara-internasional-

30 Insinyur India Survey Lokasi Bandara Buleleng
Beritabali.com, Denpasar, 30 orang insinyur asal India saat ini sedang melakukan survey di Buleleng Bali untuk mencari lokasi pembangunan bandara baru. Survey ini diharapkan selesai dalam waktu 3 bulan.

"Saat ini 30 insinyur dari India sedang melakukan survey di wilayah Buleleng. Mereka akan mencari titik titik lokasi yang paling cocok untuk dibangun bandara. Jadi biarkan mereka bekerja dulu," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik di Kuta (14/4/2011).

Survey yang dilakukan para insinyur India, kata Wacik, ini untuk mencari lokasi yang paling tepat untuk pembangunan bandara dengan kriteria aman jauh dari pegunungan, aman untuk jangka waktu 100 hingga 200 tahun ke depan, dan beberapa pertimbangan teknis lainnya.

"Membangun bandara ini tidak bisa main-main, sekali bangun untuk 100 hingga 200 tahun ke depan. Jadi tidak bisa didasarkan atas pertimbangan kepentingan kelompok tertentu seperti kelompok pemilik tanah," ujar Wacik.

Survey lokasi bandara baru di Buleleng ini, kata Jero Wacik, harus selesai dalam waktu 3 bulan. Setelah itu akan diputuskan di wilayah mana bandara baru Buleleng akan dibangun nantinya.

"Bandara baru di Buleleng ini diharapkan sudah selesai dibangun dan bisa didarati pesawat pada tahun 2014. Investornya kita sudah ada, yakni dari India. Pembangunannya akan menghabiskan biaya antara Rp 1,5 hingga Rp 2 trilyun," ujarnya. (dev) 

 Happy New year 2011
Post a Comment